Setiap anak yang terlahir dengan kelainan sumbing mengalami pertumbuhan gigi dan gusi yang berbeda. Sejatinya pertumbuhan gigi pada anak normal terjadi antara usia 4–6 bulan. Namun, anak dengan kelainan sumbing tumbuh gigi lebih lambat daripada anak normal.
Ibu dari anak dengan kelainan sumbing harus memahami tanda-tanda saat si buah hati akan tumbuh gigi. Masa ini dapat diartikan sebagai masa yang amat sangat tidak nyaman untuknya. Kemungkinan untuk bertambah rewel atau sering menangis, bahkan malas makan akan sangat besar, tetapi ada juga yang berjalan seperti biasa.
Berbagai macam gejala dan tanda-tanda saat buah hati akan mengalami pertumbuhan gigi dapat dilihat secara umum, mungkin bisa sama atau juga tidak.
- Gusi terlihat membengkak
- Mengeluarkan air liur berlebih
- Sering menggigit benda yang dipegangnya karena gusi terasa gatal
- Sering menangis pada malam hari
- Sering memasukkan benda-benda atau jari tangan kedalam mulut
- Menolak minum susu botol atau ASI karena rasa sakit ketika mengisapnya
- Penurunan nafsu makan
Cynthia Sherwood, juru bicara dari Academy of General Dentistry berbagi tips kepada para orang tua untuk membantu perawatan gigi si buah hati. Ketika si buah hati menginjak usia 1 hingga 3 tahun, mereka sudah memiliki satu set gigi lengkap yang harus dirawat kesehatannya. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan:
- Ibu harus menggunakan air keran saat menyikat gigi anak. Sebab, air keran mengandung fluoride yang diperlukan dalam perkembangan tulang dan gigi
- Jangan biarkan anak tertidur saat sedang mengulum botol minum mereka karena susu atau jus yang kita beri dapat mengakibatkan gigi berlubang.
- Sebaiknya ibu mengajak si buah hati untuk menjalani tes kesehatan gigi saat ia berusia satu tahun. Dokter gigi akan memeriksa dan memberi tahu Bunda jika ada kebiasaan yang salah terkait perawatan gigi buah hati kita. Selain itu, dokter juga akan memeriksa tanda-tanda awal jika ada pengeroposan gigi pada anak.
Berikut pertumbuhan gigi sulung/susu pada anak

Tujuan dari gigi sulung tanggal berurutan adalah mengarahkan posisi gigi tetap dibawahnya agar muncul sesuai dengan lengkung rahang, sehingga gigi tidak berantakan letaknya.
Berikut urutan pertumbuhan gigi tetap/permanen

Namun pada anak dengan kelainan sumbing tabel di atas hanya digunakan sebagai patokan, karena pertumbuhan giginya lebih lambat dari anak normal. Celah rahang dan gusi pada anak sumbing menyebabkan rahang tidak dapat menyediakan tempat yang cukup untuk benih gigi didalamnya, ditambah luas rahang yang terpotong celah akan mengakibatkan luas rahang yang berkembang juga lebih kecil. Oleh karena itu anak dengan kelainan sumbing akan mengalami gigi berantakan/maloklusi.
Setelah perawatan penutupan celah bibir, lelangit dan gusi, sebaiknya dilanjutkan dengan perawatan orthodontic atau kawat gigi.



